Prosedur Percobaan

PROSEDUR PERCOBAAN


A. Persiapan Alat dan Komponen

Sebelum memulai perakitan, kita pastikan seluruh komponen yang diperlukan berikut tersedia 

1.Sensor LDR
2.Touch Sensor (TTP223)
3.Op-Amp tipe 393
4.Transistor NPN BC547
5.Potensiometer 1
6.Resistor
7.Relay
8.LED RED
9.Header
10.DC to DC Converter
11.Jumper F to M
12.Jumper M to F
13.Motor DC 5V
14Jumper dan Breadboard
15.Multimeter
16.Power supply 12V


B.Tahapan perakitan rangkaian cahaya (Sensor deteksi cahaya matahari)

1. Pemasangan Sensor LDR

  1. Hubungkan salah satu kaki LDR ke +5V.

  2. Hubungkan kaki LDR lainnya ke node pembagi tegangan bersama potensiometer (RV1).

  3. Hubungkan titik tengah pembagi tegangan ke input non-inverting (+) op-amp 741 (U1).

  4. Hubungkan potensiometer RV1 ke +5V dan ground untuk mengatur level sensitivitas cahaya.

2. Konfigurasi Op-Amp Komparator (U1)

  1. Input inverting (–) op-amp dihubungkan ke referensi tegangan dari potensiometer RV1.

  2. Output op-amp (pin 6) menjadi sinyal komparator yang akan menentukan gelap / terang.

3. Penguatan Sinyal (Jika memakai transistor Q1)
  1. Output op-amp melalui resistor 10kΩ (R2) ke basis transistor NPN (Q1, 2N1711).

  2. Emitor transistor ke ground.
  3. transistor dihubungkan ke salah satu sisi koil relay RL1.

4. Pemasangan Relay (RL1)

  1. Sisi lain koil relay dihubungkan ke +12V.

  2. Dioda 1N4007 dipasang paralel pada koil relay sebagai proteksi back-EMF.

5. Rangkaian Aktuator Gorden

Kontak relay akan menggerakkan motor DC. Saat gelap → relay aktif → motor menutup gorden dan saat terang → relay mati → motor membuka gorden.


C. Tahapan Perakitan Sensor Sentuh (TTP223)

1. Pemasangan Modul TTP223

  1. Hubungkan pin Vcc ke +5V.

  2. Hubungkan pin GND ke ground.

  3. Hubungkan pin OUT ke input non-inverting (+) op-amp 741 (U3) atau langsung ke basis transistor Q2 (tergantung desain Anda).

2. Konfigurasi Op-Amp atau Buffer (U3)

Jika menggunakan op-amp 741 sebagai buffer / penguat:

  1. Non-inverting input (+) ke OUT TTP223.

  2. Inverting input (–) disatukan dengan output (mode buffer).

  3. Output dari U3 menjadi sinyal trigger untuk transistor Q2.

3. Rangkaian Transistor & Relay (RL3)

  1. Output op-amp ke basis transistor BC547 melalui resistor 10kΩ (R4).
  2. Kolektor transistor ke salah satu sisi koil relay RL3.
  3. Sisi koil lain ke +12V
  4. Pasang dioda paralel pada koil relay sebagai proteksi.

4. Aktuator

Relay akan mengaktifkan motor penggerak gorden saat sensor sentuh disentuh

D. Pemeriksaan Awal

  1. Periksa semua sambungan kabel, polaritas transistor, dan kaki op-amp.

  2. Pastikan jalur ground semua rangkaian (LDR, TTP223, op-amp, transistor) tersambung dengan benar.

  3. Nyalakan catu daya, ukur tegangan:

    1. Tegangan pembagi LDR (gelap / terang).

    2. Tegangan OUT TTP223 saat disentuh dan tidak disentuh.

  4. Periksa apakah relay aktif ketika:

    1. Cahaya berubah (gelap → relay on).

    2. TTP223 disentuh (OUT = High → relay on).

E. Pengujian Sistem

A. Pengujian Sensor Cahaya (LDR)

  1. Gunakan sumber cahaya (senter / lampu) lalu jauhkan untuk mensimulasikan siang dan malam.

  2. Amati perubahan tegangan output LDR dan status relay RL1.

  3. Catat pada level cahaya berapa relay aktif → gorden bergerak

B. Pengujian Sensor Sentuh TTP223

  1. Sentuh permukaan sensor TTP223 dengan jari.

  2. Perhatikan perubahan output (biasanya 0V → 5V).

  3. Catat kondisi ketika relay RL3 aktif dan motor bergerak.

C. Pengujian Gabungan (Sistem Gorden Otomatis)

  1. Lakukan simulasi: Cahaya berubah (terang → gelap) sekaligus sentuhan pada TTP223.

  2. Pastikan logika kerja benar:

    1. Gelap → gorden menutup otomatis.

    2. Sentuh → gorden bisa dibuka/tutup manual.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM MODUL 4

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM MODUL 2

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM MODUL 3