UAS
UAS Elektronika
1. Buatlah suatu rangkaian aplikasi penguat dengan op-amp. menggunakan 2 input sensor (analog & digital) dan output seperti motor atau komponen output lainnya.
2 .Buatlah suatu rangkaian aplikasi kontrol greenhouse menggunakan input-input sensor dan output-output seperti motor atau komponen output lainnya.
3. Buatlah suatu rangkaian aplikasi kontrol incubator dengan ketentuan:
a. Ada sensor analog dan sensor digital
b. Ada kondisi ≥ 2 sensor untuk suatu output dan kebalikannya
4. Buatlah suatu rangkaian aplikasi sesuai Tugas Besar anda yang terdiri dari ≥ 5 input
sensor(analog & digital) dan output (seperti motor, heater, Fan, lampu dll) dengan melibatkan
rangkaian kontrol yang memakai penguat transistor(bias berbeda) dan op-amp.(tipe rangkaian
yang berbeda)
1. Dalam dunia elektronika, Operational Amplifier (Op-Amp) merupakan salah satu komponen analog yang paling fundamental dan serbaguna. Op-Amp adalah suatu rangkaian terpadu (IC) yang berfungsi sebagai penguat tegangan dengan penguatan yang sangat tinggi. Komponen ini memiliki dua masukan (inverting dan non-inverting) dan satu keluaran, serta sering digunakan dalam berbagai aplikasi seperti penguat sinyal, filter aktif, pengikut tegangan (voltage follower), pembanding (comparator), dan lain sebagainya.
Istilah "operational amplifier" berasal dari sejarah awal penggunaannya dalam komputer analog, di mana Op-Amp digunakan untuk melakukan operasi matematika seperti penjumlahan, pengurangan, integrasi, dan diferensiasi terhadap sinyal analog.
2. Greenhouse atau rumah kaca merupakan sistem pertanian modern yang memungkinkan pengendalian lingkungan secara terkontrol untuk mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal. Dalam era teknologi saat ini, pengendalian parameter lingkungan seperti suhu, kelembaban, intensitas cahaya, dan kelembaban tanah tidak lagi dilakukan secara manual, melainkan menggunakan sistem otomatisasi berbasis rangkaian elektronik dan mikrokontroler.
Rangkaian aplikasi kontrol greenhouse dirancang untuk mendeteksi dan mengontrol kondisi internal rumah kaca secara otomatis melalui sensor dan aktuator. Sensor suhu dan kelembaban digunakan untuk memantau kondisi lingkungan, sedangkan aktuator seperti kipas, pemanas, sistem penyiraman, dan ventilasi dikontrol secara otomatis berdasarkan data yang diperoleh. Sistem ini sering kali dikendalikan oleh mikrokontroler seperti Arduino, yang memungkinkan pemrosesan data secara real-time dan pengambilan keputusan secara otomatis.
3. Inkubator merupakan alat yang digunakan untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi lingkungan yang stabil, seperti suhu dan kelembaban, guna mendukung proses inkubasi. Inkubator banyak digunakan dalam berbagai bidang, seperti peternakan (misalnya untuk menetaskan telur unggas), laboratorium biologi (untuk kultur mikroorganisme atau jaringan), hingga medis (untuk perawatan bayi prematur). Agar proses inkubasi berlangsung optimal, dibutuhkan sistem kontrol yang mampu menjaga parameter lingkungan dalam rentang yang telah ditentukan.
Rangkaian aplikasi kontrol inkubator dirancang untuk memonitor dan mengatur suhu serta kelembaban secara otomatis. Sensor seperti DHT22 atau SHT11 digunakan untuk membaca suhu dan kelembaban, sedangkan mikrokontroler (misalnya Arduino atau ESP32) mengatur kerja pemanas, kipas, atau pelembab udara berdasarkan data sensor. Sistem ini dapat dilengkapi dengan tampilan LCD, alarm, serta komunikasi jarak jauh untuk meningkatkan kemudahan pemantauan dan keandalan.
4. Perkembangan teknologi otomasi telah memberikan kemudahan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya dalam sistem keamanan dan kenyamanan rumah. Salah satu penerapan dari teknologi ini adalah sistem garasi otomatis yang dapat membuka dan menutup pintu secara otomatis ketika kendaraan datang atau pergi. Sistem ini dapat dirancang dengan menggunakan sensor dan mikrokontroler sebagai pengendali utama.
Sistem garasi otomatis biasanya terdiri dari beberapa komponen utama, termasuk sensor untuk mendeteksi kehadiran kendaraan, motor listrik untuk menggerakkan pintu garasi, serta unit kontrol yang mengatur operasi keseluruhan sistem. Sensor yang digunakan bisa berupa sensor inframerah, ultrasonik, atau magnetik, yang berfungsi untuk memastikan bahwa pintu garasi tidak akan menutup saat ada objek atau kendaraan yang menghalangi jalurnya. Motor listrik digunakan untuk membuka dan menutup pintu garasi secara otomatis dengan perintah dari unit kontrol
1. 1. Mempelajari prinsip kerja Op-Amp dalam berbagai konfigurasi rangkaian.
2. Mengetahui perbedaan karakteristik antara penguat membalik dan tak membalik.
3. Memahami penggunaan Op-Amp sebagai penguat dan komparator.
4. Mengamati respons tegangan keluaran berdasarkan variasi masukan.
2. 1. Mengontrol kondisi lingkungan secara otomatis
2. Meningkatkan efisiensi pertanian
3. Memonitor kondisi lingkungan secara real-time
4. Menerapkan teknologi otomatisasi pada sistem pertanian
3. 1. Mengatur suhu dan kelembaban secara otomatis
2. Meningkatkan akurasi dan kestabilan proses inkubasi
3. Mengurangi ketergantungan pada pengawasan manual
4. Meningkatkan keamanan dan keandalan inkubator
4. 1. Merancang sistem otomasi pintu garasi berbasis sensor.
2. Mensimulasikan sistem garasi otomatis menggunakan software Proteus.
3. Mengaplikasikan logika kontrol sederhana untuk membuka dan menutup pintu garasi secara
otomatis
4. Untuk mengetahui aplikasi sensor dalam kehidupan sehari-hari.
1. Op-Amp 741
2. Resistor
3. Ground
4. Voltmeter
Output voltage: 5V
Output Current: MAX 3A
Output power:15W
conversion efficiency: 96%
- Input voltage: ac 100~240v / dc 10~30v
- Output voltage: dc 1~35v
- Max. Input current: dc 14a
- Charging current: 0.1~10a
- Discharging current: 0.1~1.0a
- Balance current: 1.5a/cell max
- Max. Discharging power: 15w
- Max. Charging power: ac 100w / dc 250w
- Jenis batre yg didukung: life, lilon, lipo 1~6s, lihv 1-6s, pb 1-12s, nimh, cd 1-16s
- Ukuran: 126x115x49mm
- Berat: 460gr
Untuk menghantarkan arus listrik ke satu arah tetapi menghambat arus listrik dari arah sebaliknya. Oleh karena itu, Dioda sering dipergunakan sebagai penyearah dalam Rangkaian Elektronika. Dioda pada umumnya mempunyai 2 Elektroda (terminal) yaitu Anoda (+) dan Katoda (-) dan memiliki prinsip kerja yang berdasarkan teknologi pertemuan p-n semikonduktor yaitu dapat mengalirkan arus dari sisi tipe-p (Anoda) menuju ke sisi tipe-n (Katoda) tetapi tidak dapat mengalirkan arus ke arah sebaliknya.
- Bi-Polar Transistor
- DC Current Gain (hFE) is 800 maximum
- Continuous Collector current (IC) is 100mA
- Emitter Base Voltage (VBE) is > 0.6V
- Base Current(IB) is 5mA maximum
- Working voltage: DC 3.3-5V
- Dimensions: 45 x 17 x 9 mm
- Signal output indication
- Single channel signal output
- With the retaining bolt hole, convenient installation
- Outputs low level and the signal light when there is sound
| 1. Tipe Kontak | Normally Open (NO) / Normally Closed (NC) | Bergantung pada model |
| 2. Tegangan Maksimal (Switching Voltage) | 100 VDC (bisa lebih rendah, tergantung model) | Tegangan maksimum yang bisa dikendalikan oleh kontak reed switch |
| 3. Arus Maksimal (Switching Current) | 0.5 A - 1.0 A | Arus maksimum yang bisa melewati reed switch |
| 4. Arus Beban Maksimal | 1.5 A (sesekali) | Hanya arus puncak sebentar, tidak untuk penggunaan terus-menerus |
| 5. Resistansi Kontak | < 200 mΩ | Hambatan internal saat reed switch tertutup |
| 6. Waktu Respons | < 1 ms | Sangat cepat; cocok untuk aplikasi berkecepatan tinggi |
| 7. Frekuensi Operasi Maksimum | 200 Hz - 1 kHz | Kecepatan maksimum perubahan status buka/tutup |
| 8. Jarak Aktif (jarak deteksi magnet) | 5 – 25 mm | Tergantung kekuatan dan posisi magnet |
| 9. Ukuran | Bervariasi: 14 – 20 mm panjang | Umumnya berbentuk silinder kecil tertutup kaca |
| 10. Tipe Kemasan | Tabung kaca, kadang dilapisi plastik | Untuk melindungi kontak logam |
| 11. Umur Operasional | > 10⁷ switching cycles | Sangat awet karena tidak ada kontak mekanis terbuka |
| 12. Suhu Operasi | -40°C sampai +125°C | Tahan terhadap suhu ekstrem dalam batas tertentu |
6. LDR Sensor
Spesifikasi Umum Sensor LDR
Berikut adalah spesifikasi umum dari sensor LDR yang banyak digunakan:
| Parameter | Nilai Tipikal |
|---|---|
| Tipe sensor | Resistor non-linier peka cahaya (CdS Photoresistor) |
| Tegangan kerja | 3,3V – 5V (melalui pembagi tegangan) |
| Rentang resistansi | Dalam gelap: 1 MΩ atau lebih |
- Infra merah : 1,6 V.
- Merah : 1,8 V – 2,1 V.
- Oranye : 2,2 V.
- Kuning : 2,4 V.
- Hijau : 2,6 V.
- Biru : 3,0 V – 3,5 V.
- Putih : 3,0 – 3,6 V.
- Ultraviolet : 3,5 V.
Op-Amp adalah penguat tegangan diferensial dengan penguatan (gain) yang sangat tinggi. Idealnya, Op-Amp memiliki impedansi masukan yang tak terhingga dan impedansi keluaran nol. Karakteristik ideal ini memungkinkan Op-Amp digunakan dalam berbagai konfigurasi seperti:
- Penguat Membalik (Inverting Amplifier)Tegangan masukan diberikan ke terminal inverting (-) melalui resistor, sedangkan terminal non-inverting (+) dihubungkan ke ground. Output akan berbanding terbalik (180° fase) dengan input, dan besar penguatan diberikan oleh:
- Penguat Tak Membalik (Non-Inverting Amplifier)Tegangan masukan diberikan ke terminal non-inverting (+). Output searah (tidak terbalik) terhadap input dan besar penguatan adalah:
- Pengikut Tegangan (Voltage Follower)Konfigurasi ini memberikan output yang sama dengan input (unity gain). Cocok digunakan sebagai buffer karena impedansi masukannya tinggi dan impedansi keluarannya rendah.
- KomparatorOp-Amp dapat digunakan untuk membandingkan dua tegangan. Bila tegangan pada terminal (+) lebih besar dari terminal (−), maka output akan menuju tegangan maksimum (positif). Sebaliknya, jika lebih kecil, output akan menjadi minimum (negatif).
A. Resistor
B. Dioda
Dioda adalah komponen yang terbuat dari bahan semikonduktor dan mempunyai fungsi untuk menghantarkan arus listrik ke satu arah tetapi menghambat arus listrik dari arah sebaliknya. Sebuah Dioda dibuat dengan menggabungkan dua bahan semi-konduktor tipe-P dan semi-konduktor tipe-N. Ketika dua bahan ini digabungkan, terbentuk lapisan kecil lain di antaranya yang disebut depletion layer. Ini karena lapisan tipe-P memiliki hole berlebih dan lapisan tipe-N memiliki elektron berlebih dan keduanya mencoba berdifusi satu sama lain membentuk penghambat resistansi tinggi antara kedua bahan seperti pada gambar di bawah ini. Lapisan penyumbatan ini disebut depletion layer.
C. Transistor NPN
Fungsi-fungsi Transistor diantaranya adalah :
- sebagai Penyearah,
- sebagai Penguat tegangan dan daya,
- sebagai Stabilisasi tegangan,
- sebagai Mixer,
- sebagai Osilator
- sebagai Switch (Pemutus dan Penyambung Sirkuit)
Struktur Dasar Transistor:
Pada dasarnya, Transistor adalah Komponen Elektronika yang terdiri dari 3 Lapisan Semikonduktor dan memiliki 3 Terminal (kaki) yaitu Terminal Emitor yang disingkat dengan huruf “E”, Terminal Base (Basis) yang disingkat dengan huruf “B” serta Terminal Collector/Kolektor yang disingkat dengan huruf “C”. Berdasarkan strukturnya, Transistor sebenarnya merupakan gabungan dari sambungan 2 dioda. Dari gabungan tersebut , Transistor kemudian dibagi menjadi 2 tipe yaitu Transistor tipe NPN dan Transistor tipe PNP yang disebut juga dengan Transistor Bipolar. Dikatakan Bipolar karena memiliki 2 polaritas dalam membawa arus listrik.
NPN merupakan singkatan dari Negatif-Positif-Negatif sedangkan PNP adalah singkatan dari Positif-Negatif-Positif.
Berikut ini adalah gambar tipe Transistor berdasarkan Lapisan Semikonduktor yang membentuknya beserta simbol Transistor NPN dan PNP.
1. Fixed Bias
Fixed bias yaitu, arus bias IB didapat dari VCC yang dihubungkan ke kaki B melewati tahanan R seperti gambar dibawah:
D. OP-AMP 741
- Jika tegangan input (Vin) lebih besar dari Vref, output dari op-amp akan tinggi (biasanya mendekati tegangan suplai positif).
- Jika Vin lebih kecil dari Vref, output akan rendah (biasanya mendekati tegangan suplai negatif atau ground).
- Vout = Vsupply + 1 atau 2, jika Vin>Vref
- Vout = Vsupply − 1 atau 2, jika Vin<Vref
1. Rangkaian aplikasi penguat dengan op-amp
4. Buatlah suatu rangkaian aplikasi sesuai Tugas Besar anda yang terdiri dari ≥ 5 input sensor(analog & digital) dan output (seperti motor, heater, Fan, lampu dll) dengan melibatkan rangkaian kontrol yang memakai penguat transistor(bias berbeda) dan op-amp.(tipe rangkaian yang berbeda)
- Download Rangkaian Soal nomor 1 : Klik disini..
- Download Rangkaian Soal nomor 2 : Klik disini..
- Download Rangkaian Soal nomor 3 : Klik disini..
- Download Rangkaian Soal nomor 4 : Klik disini..
- Download Video Rangkaian 1 : Klik disini..
- Download Video Rangkaian 2 : Klik disini..
- Download Video Rangkaian 3 : Klik disini..
- Download Video Rangkaian 4 TB part 1 : Klik disini..
- Download Video Rangkaian 4 TB part 2 : Klik disini..
- Download Video Rangkaian 4 TB part 3 : Klik disini..
- Download Video Rangkaian 4 TB part 4 : Klik disini..
- Download Video Rangkaian 4 TB part 5 : Klik disini..
- Download Video Rangkaian 4 TB part 6 : Klik disini..
- Download Video Rangkaian 4 TB part 7 : Klik disini..
- Download Datasheet Resistor 10k : Klik disini..
- Download Datasheet Transistor BC547 : Klik disini..
- Download Datasheet Op Amp 741 : Klik disini..
- Download Datasheet Dioda 1N4007 : Klik disini..
- Download Datasheet Motor DC : Klik disini..
- Download Datasheet Relay : Klik disini..
- Download Datasheet LED : Klik disini..
- Download Datasheet Baterai : Klik disini..
- Download Datasheet Lampu : Klik disini..
- Download Datasheet Gas Sensor : Klik disini..
- Download Datasheet Magnetic Sensor : Klik disini..
- Download Datasheet Infrared Sensor : Klik disini..
- Download Datasheet Sound Sensor : Klik disini..
- Download Datasheet Sensor PIR : Klik disini..
- Download Datasheet Sensor Jarak GP2D120 : Klik disini..
- Download Library Gas Sensor : Klik disini..
- Download Library Magnetic Sensor : Klik disini..
- Download Library Infrared Sensor : Klik disini..
- Download Library Sound Sensor : Klik disini..
- Download Library Sensor PIR : Klik disini..







.png)


.png)













.jpg)
.jpeg)








.png)

.jpg)


.png)
.png)














































Komentar
Posting Komentar