TB : GARASI OTOMATIS
Perkembangan teknologi otomasi telah memberikan kemudahan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya dalam sistem keamanan dan kenyamanan rumah. Salah satu penerapan dari teknologi ini adalah sistem garasi otomatis yang dapat membuka dan menutup pintu secara otomatis ketika kendaraan datang atau pergi. Sistem ini dapat dirancang dengan menggunakan sensor dan mikrokontroler sebagai pengendali utama.
Sistem garasi otomatis biasanya terdiri dari beberapa komponen utama, termasuk sensor untuk mendeteksi kehadiran kendaraan, motor listrik untuk menggerakkan pintu garasi, serta unit kontrol yang mengatur operasi keseluruhan sistem. Sensor yang digunakan bisa berupa sensor inframerah, ultrasonik, atau magnetik, yang berfungsi untuk memastikan bahwa pintu garasi tidak akan menutup saat ada objek atau kendaraan yang menghalangi jalurnya. Motor listrik digunakan untuk membuka dan menutup pintu garasi secara otomatis dengan perintah dari unit kontrol
Merancang sistem otomasi pintu garasi berbasis sensor.
-
Mensimulasikan sistem garasi otomatis menggunakan software Proteus.
-
Mengaplikasikan logika kontrol sederhana untuk membuka dan menutup pintu garasi secara otomatis.
-
Untuk mengetahui aplikasi sensor dalam kehidupan sehari-hari.
Output voltage: 5V
Output Current: MAX 3A
Output power:15W
conversion efficiency: 96%
- Input voltage: ac 100~240v / dc 10~30v
- Output voltage: dc 1~35v
- Max. Input current: dc 14a
- Charging current: 0.1~10a
- Discharging current: 0.1~1.0a
- Balance current: 1.5a/cell max
- Max. Discharging power: 15w
- Max. Charging power: ac 100w / dc 250w
- Jenis batre yg didukung: life, lilon, lipo 1~6s, lihv 1-6s, pb 1-12s, nimh, cd 1-16s
- Ukuran: 126x115x49mm
- Berat: 460gr
Untuk menghantarkan arus listrik ke satu arah tetapi menghambat arus listrik dari arah sebaliknya. Oleh karena itu, Dioda sering dipergunakan sebagai penyearah dalam Rangkaian Elektronika. Dioda pada umumnya mempunyai 2 Elektroda (terminal) yaitu Anoda (+) dan Katoda (-) dan memiliki prinsip kerja yang berdasarkan teknologi pertemuan p-n semikonduktor yaitu dapat mengalirkan arus dari sisi tipe-p (Anoda) menuju ke sisi tipe-n (Katoda) tetapi tidak dapat mengalirkan arus ke arah sebaliknya.
- Bi-Polar Transistor
- DC Current Gain (hFE) is 800 maximum
- Continuous Collector current (IC) is 100mA
- Emitter Base Voltage (VBE) is > 0.6V
- Base Current(IB) is 5mA maximum
- Working voltage: DC 3.3-5V
- Dimensions: 45 x 17 x 9 mm
- Signal output indication
- Single channel signal output
- With the retaining bolt hole, convenient installation
- Outputs low level and the signal light when there is sound
| 1. Tipe Kontak | Normally Open (NO) / Normally Closed (NC) | Bergantung pada model |
| 2. Tegangan Maksimal (Switching Voltage) | 100 VDC (bisa lebih rendah, tergantung model) | Tegangan maksimum yang bisa dikendalikan oleh kontak reed switch |
| 3. Arus Maksimal (Switching Current) | 0.5 A - 1.0 A | Arus maksimum yang bisa melewati reed switch |
| 4. Arus Beban Maksimal | 1.5 A (sesekali) | Hanya arus puncak sebentar, tidak untuk penggunaan terus-menerus |
| 5. Resistansi Kontak | < 200 mΩ | Hambatan internal saat reed switch tertutup |
| 6. Waktu Respons | < 1 ms | Sangat cepat; cocok untuk aplikasi berkecepatan tinggi |
| 7. Frekuensi Operasi Maksimum | 200 Hz - 1 kHz | Kecepatan maksimum perubahan status buka/tutup |
| 8. Jarak Aktif (jarak deteksi magnet) | 5 – 25 mm | Tergantung kekuatan dan posisi magnet |
| 9. Ukuran | Bervariasi: 14 – 20 mm panjang | Umumnya berbentuk silinder kecil tertutup kaca |
| 10. Tipe Kemasan | Tabung kaca, kadang dilapisi plastik | Untuk melindungi kontak logam |
| 11. Umur Operasional | > 10⁷ switching cycles | Sangat awet karena tidak ada kontak mekanis terbuka |
| 12. Suhu Operasi | -40°C sampai +125°C | Tahan terhadap suhu ekstrem dalam batas tertentu |
Spesifikasi Umum Sensor LDR
Berikut adalah spesifikasi umum dari sensor LDR yang banyak digunakan:
| Parameter | Nilai Tipikal |
|---|---|
| Tipe sensor | Resistor non-linier peka cahaya (CdS Photoresistor) |
| Tegangan kerja | 3,3V – 5V (melalui pembagi tegangan) |
| Rentang resistansi | Dalam gelap: 1 MΩ atau lebih |
- Infra merah : 1,6 V.
- Merah : 1,8 V – 2,1 V.
- Oranye : 2,2 V.
- Kuning : 2,4 V.
- Hijau : 2,6 V.
- Biru : 3,0 V – 3,5 V.
- Putih : 3,0 – 3,6 V.
- Ultraviolet : 3,5 V.
A. Resistor
B. Dioda
Dioda adalah komponen yang terbuat dari bahan semikonduktor dan mempunyai fungsi untuk menghantarkan arus listrik ke satu arah tetapi menghambat arus listrik dari arah sebaliknya. Sebuah Dioda dibuat dengan menggabungkan dua bahan semi-konduktor tipe-P dan semi-konduktor tipe-N. Ketika dua bahan ini digabungkan, terbentuk lapisan kecil lain di antaranya yang disebut depletion layer. Ini karena lapisan tipe-P memiliki hole berlebih dan lapisan tipe-N memiliki elektron berlebih dan keduanya mencoba berdifusi satu sama lain membentuk penghambat resistansi tinggi antara kedua bahan seperti pada gambar di bawah ini. Lapisan penyumbatan ini disebut depletion layer.
C. Transistor NPN
Fungsi-fungsi Transistor diantaranya adalah :
- sebagai Penyearah,
- sebagai Penguat tegangan dan daya,
- sebagai Stabilisasi tegangan,
- sebagai Mixer,
- sebagai Osilator
- sebagai Switch (Pemutus dan Penyambung Sirkuit)
Struktur Dasar Transistor:
Pada dasarnya, Transistor adalah Komponen Elektronika yang terdiri dari 3 Lapisan Semikonduktor dan memiliki 3 Terminal (kaki) yaitu Terminal Emitor yang disingkat dengan huruf “E”, Terminal Base (Basis) yang disingkat dengan huruf “B” serta Terminal Collector/Kolektor yang disingkat dengan huruf “C”. Berdasarkan strukturnya, Transistor sebenarnya merupakan gabungan dari sambungan 2 dioda. Dari gabungan tersebut , Transistor kemudian dibagi menjadi 2 tipe yaitu Transistor tipe NPN dan Transistor tipe PNP yang disebut juga dengan Transistor Bipolar. Dikatakan Bipolar karena memiliki 2 polaritas dalam membawa arus listrik.
NPN merupakan singkatan dari Negatif-Positif-Negatif sedangkan PNP adalah singkatan dari Positif-Negatif-Positif.
Berikut ini adalah gambar tipe Transistor berdasarkan Lapisan Semikonduktor yang membentuknya beserta simbol Transistor NPN dan PNP.
1. Fixed Bias
Fixed bias yaitu, arus bias IB didapat dari VCC yang dihubungkan ke kaki B melewati tahanan R seperti gambar dibawah:
D. OP-AMP 741
- Jika tegangan input (Vin) lebih besar dari Vref, output dari op-amp akan tinggi (biasanya mendekati tegangan suplai positif).
- Jika Vin lebih kecil dari Vref, output akan rendah (biasanya mendekati tegangan suplai negatif atau ground).
- Vout = Vsupply + 1 atau 2, jika Vin>Vref
- Vout = Vsupply − 1 atau 2, jika Vin<Vref
Gambar rangkaian
1. MAGNETIC REED SWITCH SENSOR
Magnetic Reed Switch Sensor ini terletak di luar garasi , dan memiliki fungsi mendeteksi medan magnet mobil yang datang dan menyalakan lampu garasi. Pin input magnetic reed switch sensor diberi sumber tegangan sebesar 5 volt, pin ground dihubungkan ke ground, dan pin output dihubungkan ke rangkaian. Test pin dihubungkan ke logic state. Jika logic state sensor ini bernilai 1, maka sensor akan mengeluarkan output sebesar 5 volt ke rangkaian. Kemudian, output 5 volt tersebut akan menjadi input ke op amp 741 yang masuk ke kaki non inverting. Op Amp yang digunakan jenisnya adalah voltage follower yang disupply sebesar 12 v, karena jenisnya adalah voltage follower, maka tegangan yang masuk pada op amp sama dengan tegangan yang keluar pada op amp. Lalu, op amp akan mengeluarkan output sebesar 5 volt yang masuk ke resistor 100 ohm dan masuk ke kaki base transistor. Rangkaian transistor yang digunakan adalah jenis voltage-divider bias (arus bias didapatkan dari tegangan di R2 dari hubungan VCC seri dengan R1 dan R2), setelah itu, tegangan dari kaki base akan keluar dari kaki emitter, lalu melewati resistor 100 ohm dan dinetralkan di ground. Karena tegangan pada Vbe transistor lebih dari 0,7 V atau sebesar 1,63 V, maka transistornya akan on dan tegangan dan arus dari Vcc sebagian akan masuk ke RC dan sebagian lagi akan masuk ke R1. Sebagian tegangan dan arus yang masuk ke RC yang besarnya 100 ohm akan masuk ke relay 5V, karena tegangan yang terukur pada relay 5V adalah sebesar 5,58 V, maka relay akan on dan arus pada relay akan menghasilkan medan magnet yang menyebabkan switch berpindah dari kiri ke kanan, kemudian akan terjadi loop pada rangkaian lampu yang di tegangannya di supply oleh baterai 12 volt. Indikator menyalanya lampu ini adalah menyalanya LED berwarna biru. Fungsi resistor 220 ohm pada rangkaian adalah untuk mencegah agar lampu LED tidak terputus akibat arus berlebih. Karena rangkaian ini terhubung paralel dengan rangkaian PIR sensor, maka hanya dibutuhkan 1 input dari salah satu rangkaian untuk menghidupkan lampu. Setelah arus melewati relay, arus tersebut akan masuk ke kaki collector, kaluar dari kaki emitter, melewati RE sebesar 100 ohm dan dinetralkan oleh ground. Sebagian arus dari Vcc yang masuk ke R1 sebesar 10k ohm akan masuk ke kaki resistor R2 yang bernilai 10k ohm. Setelah itu arus dan tegangan yang keluar dari R2 akan masuk dan dinetralkan di ground.
2. SENSOR LDR
Ketika sensor cahaya tidak mendeteksi adanya cahaya atau cahaya menjauhi sensor maka resistansi LDR akan meningkat sehingga arus yang mengalir kecil. Maka, tegangan akan masuk menuju kaki non inverting sebesar 0,83 volt. Sementara pada kaki inverting dihubungkan dengan potensiometer dan memiliki tegangan sebesar 0,65 volt. Dimana untuk tegangan keluaran dari op amp didapat dengan menggunakan rumus Vo = ED x AOL, AOLnya sangat besar, ED = kaki non inverting – kaki inverting= 0,83 – 0,65 = 0,15 , jadi Vo= 0,15 x sangat besar = 11 atau plus saturasi (mendekati positif saturasi), diteruskan ke R15, diteruskan ke transistor, transistornya on tegangan VBEnya 0,7 karna transistornya on maka ada arus dari suplay 5 volt lewat relay masuk ke kaki collector terus ke emitor, ke R4 dan trakhir ke ground, karna relay dapat arus maka membentuk kumparan dan meghasilkan medan magnet, karena adanya medan magnet ini sehingga dapat menarik switch dari kanan ke kiri, sehingga rangkaian pada output menjadi rangkaian tertutup dan arus dapat mengalir, kemudian bisa menghidupkan lampu
MQ-5 Gas Sensor ini terletak di pojok dalam garasi dan memiliki fungsi mendeteksi gas CO2 dari mobil dan menghisap gas tersebut di dalam garasi. Pin input MQ-5 gas sensor diberi sumber tegangan sebesar 5 volt, pin ground dihubungkan ke ground, dan pin output dihubungkan ke rangkaian. Test pin dihubungkan ke logic state. Jika logic state sensor ini bernilai 1, maka sensor akan mengeluarkan output sebesar 5 volt ke rangkaian. Kemudian, output 5 volt tersebut akan masuk ke kaki resistor yang bernilai 10k ohm, lalu keluar dan menjadi input ke op amp 741 yang masuk ke kaki non inverting. Op Amp yang digunakan jenisnya adalah non inverting adder amplifier dan menerima input sebesar 12 v, karena jenisnya adalah non inverting adder amplifeier, maka tegangan yang keluar dari op amp adalah sebesar tegangan output dari sensor, yaitu sebesar 5V dan tegangan input dari baterai, yaitu sebesar 5V. Jadi tegangan outputnya sebesar 10V. Kemudian, tegangan dan arus tersebut akan melewati resistor yang bernilai 10k dan masuk ke kaki base transistor, lalu tegangan dan arus tersebut akan keluar dari transistor melalui kaki emitter dan dinetralkan di ground. Karena Vbe yang terukur lebih dari 0,7 Volt atau sebesar 0,83 Volt. Maka transistor akan on dan Vcc akan menyuplai tegangan 12 Volt ke rangkaian transistor. Rangkaian transistor yang digunakan adalah jenis fixed bias (Vcc terhubung melewati resistor pada kolektor RC dan resistor pada basis RB). Tegangan dari Vcc akan terbagi ke 2 percabangan. Percabangan yang pertama, arus dan tegangan akan masuk ke kaki RB yang bernilai 100k ohm lalu arus akan keluar dari resistor RB dan masuk ke kaki base. Setelah arus dan tegangan masuk ke kaki base, arus dan tegangan tersebut akan keluar dari kaki emitter dan dinetralkan di ground. Percabangan yang kedua, arus dan tegangan akan masuk ke kaki RC yang bernilai 300 ohm, setelah itu arus dan tegangan akan masuk ke relay 5V. Karena tegangan yang terukur pada relay berjumlah 5,02 Volt maka, relay akan on dan arus akan menghasilkan medan magnet yang menarik switch dari kanan ke kiri. Kemudian akan terjadi loop pada rangkaian motor yang tegangannya disuplai oleh baterai sebesar 12 Volt, Indikator dari menyalanya motor ini adalah hidupnya LED berwarna hijau. Fungsi dari resistor pada LED ini adalah sebagai pengaman pada LED agar LED tidak terputus akibat arus yang berlebih. Terakhir, arus dan tegangan yang mengalir keluar dari relay akan masuk ke kaki collector transistor, keluar dari kaki emitter dan dinetralkan di ground.
6. SOUND DETECTOR SENSOR
Sound Detector sensor ini fungsinya adalah mendeteksi suara dan membuka pintu garasi. Terletak di dekat pintu garasi. Pin input sound sensor diberi sumber tegangan sebesar 5 volt, pin ground dihubungkan ke ground, dan pin output dihubungkan ke rangkaian. Test pin dihubungkan ke logic state. Jika logic state sensor ini bernilai 1, maka sensor akan mengeluarkan output sebesar 5 volt ke rangkaian. Kemudian, output 5 volt tersebut akan menjadi input ke op amp 741 yang masuk ke kaki non inverting. Op Amp yang digunakan jenisnya adalah non inverting amplifier diberi supply sebesar 12 v, karena jenisnya adalah non inverting amplifier maka tegangan yang keluar dari op amp berjumlah dua kali tegangan yang masuk ke op amp (Vo = (Rf/Ri +1) Vi). Setelah itu, op amp akan mengeluarkan output sebesar 10 volt yang melewati resistor 100 ohm dan masuk ke kaki base transistor, keluar dari kaki emitter dan dinetralkan oleh ground. Rangkaian transistor yang digunakan adalah jenis fixed bias (Vcc terhubung melewati resistor pada kolektor RC dan resistor pada basis RB). Dengan adanya tegangan di Vbe lebih dari 0,7 volt maka transistornya akan on dan tegangan dari Vcc sebesar 12 volt akan terbagi 2, sebagian akan masuk ke resistor RB bernilai 100k ohm yang masuk ke kaki base, keluar dari kaki emitter dan dinetralkan oleh ground .Dan sebagian lagi akan masuk ke resistor RC bernilai 100 ohm , dan masuk ke relay 5 volt. Relay tersebut juga on karena tegangan pada relay terukur sebesar 7,73 volt yang merupakan besaran yang cukup untuk mengaktifkan relay. Karena ada arus yang melewati kumparan relay maka relay akan menghasilkan medan magnet yang menyebabkan switch berpindah dari kiri ke kanan, tetapi karena sensor ini dipasang seri dengan sound sensor, maka diperlukan output dari masing masing sensor untuk menghidupkan motor sekaligus membuka pintu garasi dan menghidupkan indikator LED berwarna biru. Fungsi resistor 220 ohm pada rangkaian ini adalah untuk mencegah agar LED tidak terputus akibat arus berlebih. Setelah itu arus dan tegangan dari relay akan masuk ke kaki collector transistor, keluar dari kaki emitter transistor dan dinetralkan oleh ground.
- Download Rangkaian : Klik disini..
- Download Video Rangkaian 4 TB part 1 : Klik disini..
- Download Video Rangkaian 4 TB part 2 : Klik disini..
- Download Video Rangkaian 4 TB part 3 : Klik disini..
- Download Video Rangkaian 4 TB part 4 : Klik disini..
- Download Video Rangkaian 4 TB part 5 : Klik disini..
- Download Video Rangkaian 4 TB part 6 : Klik disini..
- Download Video Rangkaian 4 TB part 7 : Klik disini..
- Download Datasheet Resistor 10k : Klik disini..
- Download Datasheet Transistor BC547 : Klik disini..
- Download Datasheet Op Amp 741 : Klik disini..
- Download Datasheet Dioda 1N4007 : Klik disini..
- Download Datasheet Motor DC : Klik disini..
- Download Datasheet Relay : Klik disini..
- Download Datasheet LED : Klik disini..
- Download Datasheet Baterai : Klik disini..
- Download Datasheet Lampu : Klik disini..
- Download Datasheet Gas Sensor : Klik disini..
- Download Datasheet Magnetic Sensor : Klik disini..
- Download Datasheet Infrared Sensor : Klik disini..
- Download Datasheet Sound Sensor : Klik disini..
- Download Datasheet Sensor PIR : Klik disini..
- Download Datasheet Sensor Jarak GP2D120 : Klik disini..
- Download Library Gas Sensor : Klik disini..
- Download Library Magnetic Sensor : Klik disini..
- Download Library Infrared Sensor : Klik disini..
- Download Library Sound Sensor : Klik disini..
- Download Library Sensor PIR : Klik disini..



.png)


.png)













.jpg)
.jpeg)








.png)

.jpg)


.png)
.png)
.jpg)









































Komentar
Posting Komentar