LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM MODUL 2



1. Jurnal [Kembali]

  1. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik


Tegangan DC

Amplitudo Vpp

Perioda

Frekuensi

         800 mv               -              -

Tegangan AC

Amplitudo Vpp

Perioda

Frekuensi

         400 mv          999,0μs          1000 Hz



  1.  Membandingkan Frekuensi


Jenis

Gelombang

Frekuensi Oscilloscope

Frekuensi Function Generator

Sinusoidal

                     1000 Hz                1000 Hz

Gergaji

                     1000 Hz                1000 Hz

Pulse

                     1000 Hz                1000 Hz


  1. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous

  

Perbandingan

Frekuensi

Frekuensi Generator A

(fy)

Frekuensi Generator B

(fx)

Lissajous

1:1

            1000 Hz

            1000 Hz

       


1:2

            1000 Hz

            2000 Hz

    


2:1

            2000 Hz

            1000 Hz

    


1:3

            1000 Hz

            3000 Hz

     


3:1

            3000 Hz

            1000 Hz

    


2:3

            2000 Hz

            3000 Hz

    


3:2

3000 Hz

2000 Hz

 



  1. Pengukuran Daya Beban Lampu Seri


Beban

Daya Terukur

V total

I total

Daya Terhitung

1 Lampu

 
 0,010422 watt

      0,0579 V     0,18 A  0,010422 watt

2 Lampu

   
   0,22266 watt

        1,237 V     0,18 A    0,22266 watt

3 Lampu

     
     0,9018 watt

          5,01 V     0,18 A      0,9018 watt


  1. Pengukuran Daya Beban Lampu Parallel


Beban

Daya Terukur

V total

I total

Daya Terhitung

1 Lampu

   
     0,75 watt

       1,478 V      260 mA    0,384 watt

2 Lampu

         
       1,5 watt
  
       1,448 V      500 mA    0,724 watt

3 Lampu

         
     2,25 watt

       1,410 V      350 mA    0.4935 watt

2. Prinsip Kerja [Kembali]

Oscilloscope

    1. Kalibrasi oscilloscope

Sebelum kita mengunakan osciloscope, kita melakukan kalibrasi untuk mendapatkan ketelitian yang akurat, dengan cara menghidupkan oscilloscope terlebih dahulu, kemudian atur sinyal hingga tepat di tengah-tengah, lalu hubungkan input kanal A dengan terminal kalibrasi pada osciloscope, terakhir amati dan catat nilai kalibrasinya.

    2. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik
        
        Susun rangkaian seperti gambar berikut


Prinsip kerja: 
Pada pengukuran tegangan searah dan tegangan bolak balik disini,input kanal A dihubungkan dengan signal generator untuk menghasilkan gelombang output berupa gelombang sinusoidal dengan frekuensi 1kHz dan tegangan Peak to Peak (V p-p) sebesar 4 volt. Input kanal B dihubungkan ke sumber tegangan searah dengan menggunakan power supply sebesar 4Volt.

    3. Mengukur dan Mengamati Frequency
        Susun rangkaian seperti gambar berikut



Prinsip Kerja: 
Pada pengukuran frekuensi dengan funcition generator/signal generator dan oscilloscope disini ,output dari function dihubungkan ke input kanal A dengan frekuensi tertentu.Nantinya jika di running program ini akan menghasilkan bentuk gelombang pada oscilloscope .Frekuensi yang terbaca pada generator ini dapat dibandingkan dengan frekuensi yang terbaca pada oscilloscope dengan cara ,gelombang yang terbaca di oscilloscope dicari terlebih dahulu periode(T) setelah itu didapatkan frekuensi dengan rumus (1/T) ,hingga akhirnya dapat dibandingkan frekuensi yang terbaca pada Function Generator dan frekuensi yang terbaca pada Oscilloscope.

    4. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous

        
        Susun rangkaian seperti gambar berikut



Prinsip kerja:
Rangkaian ini menggunkan dua buah function generator yag masing-masing dihubngkan pada kanal A dan kanal B dari osiloskop.  Sinyal yang tidak diketahui dihubungkan pada input A dan sinyal yang dapat dibaca dihubungkan pada kanal  B. Atur frekuensi pada kanal A sampai terbentuk seperti salah satu gambar 2.1 yang ada pada modul, kemudian amati perbandingan frekuensinya.

Prinsip Kerja:
Prinsip kerja dari kedua rangkaian diatas adalah dengan membuat rangkaian seperti yang terdapat pada modul. Yaitu rangkaian lampu seri dan rangkaian lampu paralel. Kemudian masing-masing rangkaian di berikan beban, lalu diberi sebuah sumber tegangan ac dan dijalankan. Barulah dapat diukur daya yang terbaca pada wattmeternya.

Pengukuran Daya

1Pengukuran Daya Beban Lampu Seri





2. Pengukuran Daya Beban Lampu Parallel





3. Mengukur Daya Satu Fasa




a. Buat rangkaian seperti Gambar diatas dengan sumber AC dan beban 25 watt

b. Ukur daya yang terbaca pada wattmeter

c. Ulangi untuk beban yang berbeda-beda sesuai dengan Tabel

d. Catat penunjukan dari wattmeter

3. Video Percobaan [Kembali]

Mengukur dan mengamati tegangan DC dan AC dan membandingkan frekuensi dengan cara lissajous



Pengukuran daya beban lampu seri dan paralel

                                                 



4. Analisa[Kembali]

1. Mengapa osiloskop perlu dilakukan kalibrasi sebelum digunakan?

Jawab:

Kalibrasi penting dilakukan sebelum menggunakan oscilloscope, karena agar hasil pengukuran oscilloskop akurat dan sesuai dengan nilai asli. Jika tidak melakukan kalibrasi maka akan membuat hasil pengukuran tidak akurat dan tidak sesuai dengan nilai asli yang akan membuat kita salah dalam melakukan pengukuran.

2.  Jelakan perbedaan tegangan AC dan DC pada osiloskop berdasarkan amplitudo, frekuensi, dan perioda!

Jawab:

  • Amplitudo: Tegangan AC menggambarkan naik-turun secara periodik dan dalam bentuk gelombang sinusoidal, sementara tegangan DC menggambarkan konstan, tetap stabil dan tidak berubah dan tampilan tegangan DC pada oscilloscope dalam bentuk garis horizontal.
  • Frekuensi: Tegangan AC mempunyai frekuensi tertentu dan tetap.atau konstan, frekuensi bisa diukur dengan berapa kali gelombang muncul dalam satu detik, sedangkan tegangan DC frekuensinya nol atau tidak memiliki frekuensi dikarenakan tegangannya tetap atau konstan.
  • Perioda: Tegangan AC mempunyai perioda, waktu yang dibutuhkan untuk satu siklus penuh gelombang dari puncak ke puncak gelombang yang lain. Tegangan DC tidak punya perioda karena tegangannya tetap atau konstan.

 3. Jelaskan macam-macam bentuk gelombang berdasarkan generator fungsi dan frekuensi!

Jawab:

  • Gelombang Sinusoidal: Gelombang Sinus atau Sine Waveform adalah salah satu bentuk gelombang yang paling umum ditemukan di rangkaian Elektronika terutama pada sinyal-sinyal Analog seperti sinyal Audio, sinyal tegangan AC dan sinyal RF
  • Gelombang Kotak (Square Wave): memiliki bentuk seperti Kotak dan umumnya digunakan pada rangkaian mikro elektronik untuk pengendalian waktu. .Gelombang kotak (square wave) memiliki banyak kegunaan dalam berbagai bidang, terutama dalam elektronika, pemrosesan sinyal, dan sistem digital.
  • Gelombang Segitiga (Triangle Wave). jenis gelombang periodik yang memiliki bentuk gelombang menyerupai segitiga, dengan pola naik dan turun secara linear. Gelombang segitiga memiliki berbagai kegunaan dalam berbagai bidang, terutama dalam elektronika, pemrosesan sinyal, dan musik
  • Gelombang Gigi Gergaji (Sawtooth Wave): adalah gelombang yang berbentuk seperti gigi gergaji. Gelombang Gigi Gergaji ini digunakan pada Rangkaian Televisi terutama pada TV yang masih menggunakan tabung CRT dan juga sebagai Pemicu (Trigger) pada rangkaian Digital. 
  • Gelombang Pulsa: Gelombang pulsa adalah gelombang yang terdiri dari denyut atau lonjakan energi singkat yang terjadi dalam periode waktu tertentu. Gelombang pulsa memiliki banyak kegunaan dalam berbagai bidang, terutama dalam elektronika, komunikasi, dan teknologi medis

4.Bandingkan nilai daya yang terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya beban lampu seri!

Jawab:

Pada rangkaian seri, daya yang terukur dan daya terhitung adalah sama. pada lampu satu diperoleh daya terukur dan daya terhitung yang sama, begitu juga dengan lampu yang lainnya.hal ini karena arus yang mengalir sama di semua lampu adalah sama pada rangkaian seri, sehingga daya bisa dihitung dengan rumus P = I 2 R.

5.Bandingkan nilai daya yang terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya beban lampu paralel

Jawab:

Pada rangkaian paralel, daya yang terukur dan daya terhitung didapatkan berbeda hal ini dikarenakan saat melakukan pratikum, pratikan kurang teliti dalam mengukur, tidak mengkalibrasi alat terlebih dahulu dan kesalahan dalam membaca hasil pengukuran tersebut. 

Seharusnya daya yang terukur dan daya terhitung adalah sama karena nilai tegangan pada setiap cabang rangkaian paralel adalah sama. sehingga daya bisa dihitung dengan rumus P=V2/R


5. Download File[Kembali]

Laporan Akhir disini

Video Percobaan Oscilloscope disini

Video Percobaan Pengukuran Daya seri disini

Video Percobaan Pengukuran Daya paralel disini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM MODUL 4

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM MODUL 2

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM MODUL 3